Materi I
Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D
Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan- Indonesia/ PSIK-Indonesia
Tema:
Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Kemerdekaan Indonesia saat ini menjadi template bagi negara lain. Tetapi posisi Indonesia di pelopor dunia masih tertinggal. Sedangkan negara lain di Asia sudah ada dipelopor dunia, seperti China, Korea Selatan, Jepang. Kenapa Indonesia belum bisa seperti itu? Kita harus melihat dari kualitas dan sumber daya manusianya itu sangat bagus. Kita harus mengubah kualitas, pola pikir, dan sumber daya manusia yang bisa berpikir luas.
Budaya Indonesia sangat beragam. Kita harus berkembang dengan bersosialisasi agar dapat berpikir luas. Kita harus bisa bersosialisasi dengan suku, budaya, bahasa yang berbeda agar kita tahu cara bersosialisasinya dengan mengenal bersama. Jangan hanya di daerah sendiri atau tertentu, itu akan menciptakan kesenjangan sosial, karena sinkronisasi itu.
Keberagaman jadikan paduan untuk membangun jaringan dengan yang lain, jangan jadikan perpecahan karena perbedaan keberagaman. Landasan nilai Pancasila itu harus diterapkan pada Bangsa Indonesia. Jangan ada minoritas dan mayoritas, kita sama Bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia sudah termasuk bahasa universal. Banyak sekali orang-orang asing yang bisa berbahasa Indonesia, meskipun tidak ada keturunan dari Bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila itu maknanya sangat dalam dan baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita harus menjaga, merawat, melestarikan kekayaan alam Indonesia ini, bukan hanya di generasi kita ini juga untuk generasi muda nantinya. Dan juga Bangsa Indonesia harus mengembangkan sumber daya manusia agar Bangsa Indonesia maju.
Materi II
Erisandy Yudhistira
Manajer Perbankan Prioritas Bank Mandiri
Tema:
Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Sumber pendapatan pensiun terbesar di Indonesia
1. Anak menantu
2. Bekerja/usaha
3. Dana pensiun/jaminan
4. Suami/istri
5. Saudara/sanak keluarga
6. Orang lain
7. Tabungan
8. Surat Hutang (obligasi)
Siklus keuangan dan kehidupan
Anda akan menghadapi ±240 bulan hidup tanpa kepastian penghasilan .
75 Thn rata-rata umur harapan hidup di Indonesia
55 Thn batas umur pensiun di Indonesia
_ _ _ _ _ _ _
20 Thn jumlah sisa umur setelah pensiun
× 12 Thn
_ _ _ _ _ _ _
240 Miliar sisa umur anda tanpa penghasilan pasti
Dengan itu untuk mengelola keuangan harus bisa dan pintar agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Jika nanti tidak bisa mengelola keuangan dengan baik di kehidupan selanjutnya nanti sad ending (pada masa pensiun). Jika mendapatkan gaji harus dibuang, artinya seperti zakat, sedekah, disimpan untuk dana darurat.
Melindungi aset dari musuh utama yang tidak bisa dihindari yaitu Inflasi . Inflasi itu kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, yang mengakibatkan menurunnya daya beli uang masyarakat. Artinya, untuk membeli barang atau jasa yang sama, masyarakat perlu mengeluarkan lebih banyak uang karena nilai uang tersebut menurun dari waktu ke waktu.
Materi III
Dr. Pulung Siswantoro, SKM., M.Kes.
Dosen Universitas Airlangga
Tema:
Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik
Sebuah Renungan
Musim Panas ATAU Kemarau Menyebalkan
Hujan Menyegarkan ATAU Hujan Merepotkan
Yang mengatakan Cuaca Buruk sebenarnya tidak ada, yang ada hanya Cuaca Baik yang berbeda saja.
Ada satu cara mengelak dari kritik:
Jangan menjadi apa-apa, dan jangan berbuat apa-apa. Bunuh segala cita-cita, Solusi ini tidak pernah gagal.
Mengapa Harus Kreatif & Kritis?
- Karena: tuntutan zaman bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan hari ini harus lebih baik dari kemarin.
- Pertanyaannya: siapa pun juga harus bersedia berpartisipasi dalam memperbaiki kualitas kehidupan di segala bidang.
- Jadi: siapa pun juga harus mau dan mampu berpikir kreatif.
Contoh seperti semangka kotak yang ditemukan di Jepang. Mereka orang Jepang berpikir jika semangka pada umumnya berbentuk lingkaran, jika disimpan akan banyak ruang kosong yang terbuang. Kenapa tidak kotak saja? Akhirnya orang Jepang tersebut berpikir bagaimana caranya semangka menjadi kotak? Dan akhirnya orang Jepang bisa menemukan semangka kotak tersebut. Jika orang Jepang tersebut tidak kreatif berpikir kritis tidak ada sampai sekarang semangka kotak.
Bagaimana jika kalau tidak mau atau tidak mampu kreatif dan kritis?
- Akan terjadi seleksi alam: siapa yang lemah, dia akan kalah!
- Bagi yang kalah, mereka akan “terpinggirkan”, tersingkir dari arena perjuangan hidup karena selalu berpikiran apatis, masa-bodoh, semangka gue, malas, bebas, dan ceroboh.
- Bagi yang "menang", mereka akan selalu memegang peranan penting di arena perjuangan hidup karena akan selalu tenang kritis, dinamis, rajin belajar tentang apapun juga, teliti, dan sukses.
Banyak sekali orang-orang kreatif, contohnya:
Masuk angin itu bukan sebuah penyakit. Tetapi ada obatnya seperti Tolakangin, Antangin, dsb. Orang-orang seperti itulah yang kreatif dan kritis yang bisa memanfaatkan peluang yang hasilnya sangat besar.
Kita harus dituntut untuk kreatif dan berpikir kreatif, serta berani gagal untuk sebuah proses. Kreatif dan berpikir kreatif akan memunculkan ide-ide baru, sedangkan gagal merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kita menuju kesuksesan untuk berani mengambil keputusan.
Informasi Tambahan:
Asal : Surabaya
Usia : 19 Tahun
Prodi : D-IV Analis Kesehatan
Fakultas : Kesehatan
Kunjungi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar